| Lebih Dekat dengan Measa Aroa |
| Sunday, 06 April 2008 | |
|
Sorowako penuh karya. Itulah sebuah ungkapan yang patut diapreasiasikan untuk perkembangan komunitas karya di Sorowako. Irmawaty seorang kontributor dari Sorowako akan membagi infomasi mengenai Measa Aroa di Sorowako...
![]()
Sorowako, desa yang cukup unik dengan kondisi masyarakatnya yang multi etnik. Dibalik kebesaran sebuah perusahaan yang sempat mendapat penobatan sebagai salah satu perusahaan terbaik Indonesia versi Inkomunikasi 2007 ini, terkandunglah berbagai ragam kebudayaan, social, budaya , seni, dll. Memang tak bisa dipungkiri semuanya itu ditenggelamkan oleh hingar bingarnya penduduk asli dan masyarakat pendatang yang berlomba-lomba meraih kesempatan di dunia industri. Sorowako memang sangat dikenal dengan industri tambangnya. Besarnya pengaruh perusahaan ini mampu menarik beberapa kontraktor, usaha-usaha kecil menengah untuk bersaing mendapat keuntungan. Hampir 70 % mata penduduk Sorowako mengarah pada usaha ini. Dan sisanya bergerak di bidang agama, pendidikan, social, dan seni. Komunitas yang tidak hanya beranggotakan orang-orang asli Sorowako ini dibentuk pada tanggal 19 Februari 2005. Kemudian pada bulan 27 Maret dikukuhkan langsung oleh Bapak Bupati LUTIM di Ontaeluwu dengan menyandang nama MEASA AROA yang berarti Satu Hati sesuai dengan visinya. Ditemui di kantor sekretariatnya tepat pukul 05.00 sore yang berlokasi di depan Lapangan Karebosi Sorowako ini, Bapak Jois A.Baso selaku Ketua Umum menuturkan suka dukanya membangun Sanggarnya. “ Gedung ini memang dibangun atas dana Pemerintah tapi kelanjutan hidupnya seperti pembiayaan kegiatan, pembelian alat-alat musik, kostum, dsb adalah dana swadaya dari anggota & simpatisan, serta hasil pementasan. Ada juga yang menyumbangkan alat-alat musik seperti Rebana, dan sejenisnya secara sukarela,”akui Pak Jois yang sehari-harinya berprofesi sebagai Pengajar di SLTP YPS. Perekrutan anggota dilakukan dengan 2 cara yaitu anggota yang direkrut melalui LDK dan sekarang berjumlah + 500 org dan perekrutan secara langsung yang biasa disebut simpatisan yang jumlahnya telah mencapai 1000 orang. Mereka lah yang biasanya dilibatkan pada Pentas Seni Measa Aroa. Sanggar ini terbagi atas 5 Dept yaitu Dept Seni Tari, Dept Teater, Dept Seni Musik, Dept Seni Rupa dan Sastra, Dept.Modelling serta Dept Litbang yang menangani LDK dan Workshop. Dengan begitu antusias Pak Iwan Hans selaku sekretaris menambahkan “anggota yang telah mengikuti LDK + 1 pekan akan memilih bidang yang disukai lalu diberi pelatihan-pelatihan. Setelah itu barulah dibuatkan program kerja. Untuk manajemen pementasannya sendiri terbagi atas 2 yaitu bagian artistic selaku pementas seperti sutradara, pemain, dsb dan bagian Produksi yang kerjanya hampir sama dengan EO (Even Organizer).” Berkat keaktifan sanggar ini, bermunculan pula lah sanggar seni sekitar wilayah LUTIM seperti Sanggar Seni Tiando Lowo di Wasuponda serta Sanggar Seni Tompo Tikka di Malili. Berbicara tentang prestasi yang telah diraih Measa Aroa, Pak Jois dan Pak Iwan begitu kompaknya menuturkan” oh..banyak sekali yang sudah kami raih antara lain
Dalam waktu dekat, Sanggar ini akan mengadakan Pagelaran Seni karya Putu Wijaya dengan judul “Gerr” yang akan dilaksanakan di Ontaeluwu pada bulan Mei mendatang. Kebahagiaan para personil membangun Measa Aroa ini tercermin pada keakraban yang terjalin dan semangat yang tinggi untuk terus berkarya dan mempromosikan kesenian-kesenian LUTIM khususnya dan kesenian Indonesia pada umumnya. Meski mereka menyadari belum ada penghargaan formal yang diberikan atas karya-karyanya, mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut karena itu bukanlah tujuan utama. Mereka akan tetap optimis dan terus berjalan mencapai visinya, Bangkitkan Kesenian Indonesia….. |
| Next > |
|---|
President of MySorowako

Address: Green Resort, Yogyakarta
Tel: +62 852290 44666
eMail:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Website: www.mysorowako.com